News

Jonan: Energi Baru Hanya Capai 20% di 2025

Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan khawatir target bauran energi sebesar 23% hingga 2025 tidak bisa tercapai. Ia mengatakan, paling tidak, hanya bisa terwujud sampai 20% saja.

“Saya khawatir tidak bisa mencapai 23% kalau lihat perkembangannya,” kata Jonan kepada media saat ditemui di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Lebih lanjut, Jonan mengatakan, alasan kekhawatirannya tersebut disebabkan nilai investasi dari energi baru, terbarukan (EBT) itu sendiri. Pasalnya, lanjut Jonan, biaya pengembangan EBT yang mahal bisa berimbas pada kenaikan tarif listrik.

“Ya satu, mengenai nilai investasinya berapa, apakah ini bisa memberikan dampak yang serius pada kenaikan tarif listrik ini yang kami hindari,” jelasnya.

Selain itu, yang perlu diperhatikan lagi yakni mengenai sektro transportasi yang belum memungkinkan untuk menggunakan EBT, misalnya bahan bakar ramah lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari ketersediaan bahan bakunya yang masih rendah.

Jonan mencontohkan, misalnya, penggunaan ethanol di Indonesia. Ethanol bahan bakunya adalah bahan-bahan seperti tebu, gula, singkong, dan sebagainya. Dengan bahan baku ini, bisa menimbulkan persaingan dengan konsumsi manusia, pakan ternak, dan lainnya.

“Mungkin kalau skalanya kecil-kecil bisa, tapi coba kalau skalanya nasional? Sampai sekarang sih belum bisa,” sambungnya.

Sehingga, untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan, Jonan berharap ada industri pertanian atau perkebunan yang besar bisa menanam ketela pohon atau bahan-bahan baku ethanol lainnya dalam skala jutaan hektar.

“Saya berharap industri pertanian atau perkebunan bisa mengoptimalkan produksi, agar bisa untuk dikonversi menjadi ethanol sehingga bisa jadi campuran. Kalau tidak nanti impor lagi,” pungkas Jonan. (gus).

Sumber : cnbcindonesia.com