Darma Henwa (DEWA) DEWA Pasang Target Produksi Batubara 13,5 juta ton.

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memastikan capaian kinerja operasional pada tahun lalu sesuai dengan target yang ditentukan. Untuk target produksi batubara, DEWA ini memasang target batubara sebesar 13,5 juta ton.

Sementara untuk target overburden removal tahun lalu sebanyak 100 juta bank cubic meter (bcm). Corporate Secretary and Chief Corporate Service Offiicer Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi mengatakan, sepanjang 2018 DEWA menargetkan pertumbuhan produksi batubara sebesar 17 juta ton atau 25,93% lebih tinggi dari target 2018 yakni 13,5 juta. Manajemen DEWA mengungkapkan mereka memiliki kemampuan untuk memproduksi dua kali lipat sebesar 25 juta ton di tahun depan.

Sekarang ini Darma Henwa mengelola empat proyek yakni proyek batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal, Proyek Batubara Asam Asam milik PT Arutmin Indonesia, Proyek Batubara Satui milik PT Cakrawala Langit Sejahtera.

Guna mencapai target operasional itu, kata Mukson, kini perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan utilisasi alat berat. Dalam waktu dekat ini, DEWA memang masih fokus untuk memperbaiki fundamental operasi perusahaan.

Sehingga sekarang perusahaan terus melakukan perawatan rutin untuk alat berat, mengoptimalkan pengoperasian armada yang beroperasi, melakukan efisiensi, meningkatkan effective work hour overburden fleet. “Kami masih fokus untuk peningkatan produksi, melakukan perbaikan-perbaikan alat prosuksi kita,” imbuhnya seuisai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (16/1).

Pada tahun ini perusaan juga berencana untuk menambah alat berat, sayangnya Mukson belum dapat menjelaskan secara detail berapa alat berat yang bakal mereka beli pada tahun ini. Dengan beberapa upaya yang dilakukan DEWA pada tahun ini, diharapkan mampu mendukung kinerja operasional mereka.

Untuk itu, pada tahun ini DEWA sudah menyiapkan belanja modal pada tahun ini maksimal sebesar US$ 30 juta, nilai ini lebih rendah daripada capex pada tahun lalu sebanyak US$ 40 juta. Terakhir, kabarnya komposisi sumber pendanaan capex DEWA pada tahun ini diperkirakan sekitar 40% berasal dari kas perusahaan, 50% dari vendor, dan 10% dari leasing.

Sumber : Kontan.co.id