Siapa Arifin Tasrif Sang Menteri Baru ESDM?

duniatambang.co.id – Beberapa nama muncul menjadi kandidat Menteri ESDM pengganti Ignasius Jonan. Presiden Jokowi menjatuhkan pilihan kepada Arifin Tasrif, seorang profesional Indonesia yang namanya mulai dikenal lantaran menjabat Direktur Utama PT Pupuk Indonesia hingga tahun 2015.

Arifin merupakan dirut pertama BUMN pupuk setelah adanya holding BUMN pupuk. Kementerian BUMN menugaskan Arifin untuk mengkoordinasikan produksi dan distribusi lima perusahaan pupuk nasional yang ada di Indonesia.

Pria berkelahiran 19 Juni 1953 ini mendatangi Istana Presiden, Jakarta, Selasa malam (22/10) bersama calon menteri yang lain. Terpantau dari istana Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (23/10), Arifin Tasrif mengenakan batik bersama para calon Menteri Jokowi yang lain yang siap dilantik pada hari ini.

Arifin Tasrif akan menjabat sebagai Menteri ESDM Kabinet Jokowi Jilid 2. Sebelum Namanya muncul menjadi kandidat, Dubes RI untuk Jepang itu memang telah memiliki pengalaman di bidang energi. Arifin secara resmi diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Jepang pada tanggal 13 Maret 2017 silam.

Sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Arifin terlibat dalam sejumlah kerja sama bidang energi antara Jepang dan Indonesia. Selain itu, Arifin turut mendampingi Menteri ESDM periode sebelumnya, Ignasius Jonan, dalam urusan kerja sama antara Indonesia dan Jepang terkait pengembangan energi hijau melalui produk turunan kelapa sawit.

Arifin menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972. Tak hanya berprestasi di kampus, di dunia keprofesian Arifin menyabet penghargaan Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization). Penghargaan tersebut atas dedikasinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia dan regional ASEAN pada tahun 2011.

Arifin akan melanjutkan estafet kepemimpinan bidang energi dan sumber daya mineral. Pasca pelantikan Arifin sebagai Menteri ESDM, sejumlah pekerjaan yang ditinggalkan Jonan dan Arcandra Tahar telah menanti untuk dituntaskan.

Sumber : Dunia Tambang